- Sistem penyuluhan pertanian, adalah seluruh rangkaian pengembangan
kemampuan, pengetahuan, keterampilan, serta sikap pelaku utama
dan pelaku usaha melalui penyuluhan. - Penyuluhan pertanian, adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama
serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan
mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar,
teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk
meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan
kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian
fungsi lingkungan hidup. - Pertanian (mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan
peternakan), adalah seluruh kegiatan yang meliputi usaha hulu, usaha
tani, agroindustri, pemasaran, dan jasa penunjang pengelolaan sumber
daya alam hayati dalam agroekosistem yang sesuai dan berkelanjutan,
dengan bantuan teknologi, modal, tenaga kerja, dan manajemen untuk
mendapatkan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan
masyarakat. - Usaha tani, adalah usaha dibidang pertanian, peternakan dan
perkebunan. - Petani, adalah perorangan warga negara Indonesia beserta keluarganya
atau korporasi yang mengelola usaha di bidang pertanian, wanatani,
minatani, agropasture, penangkaran satwa dan tumbuhan, di dalam
dan di sekitar hutan, yang meliputi usaha hulu, usaha tani, agroindustri,
pemasaran, dan jasa penunjang. - Pekebun, adalah perorangan warga negara Indonesia atau korporasi
yang melakukan usaha perkebunan. - Peternak, adalah perorangan warga negara Indonesia atau korporasi
yang melakukan usaha peternakan. - Kelompok Tani adalah kumpulan petani/peternak/pekebun yang dibentuk
atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan
(sosial, ekonomi, sumber daya) dan keakraban untuk meningkatkan
dan mengembangkan usaha anggota. - Kontak Tani adalah ketua atau mantan ketua kelompok tani yang masih
aktif sebagai anggota kelompok dan diakui kepemimpinannya dalam
menggerakkan anggota/petani untuk mengembangkan usahanya. - Gabungan kelompoktani (GAPOKTAN) adalah kumpulan beberapa
kelompok tani yang bergabung dan bekerja sama untuk meningkatkan
skala ekonomi dan efisiensi usaha.
Tampilkan postingan dengan label Kelembagaan Petani dan Nelayan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelembagaan Petani dan Nelayan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, Februari 26, 2011
Berbagai Definisi dalam Lingkup Kelembagaan Petani
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian RI NOMOR: 273/Kpts/OT.160/4/2007
Selasa, Maret 03, 2009
Bergabung dalam Da'wah Tani dan Nelayan
Bergabung dalam Da'wah Tani dan Nelayan
Oleh: Tonny F. Kurniawan
Bergabung dalam Da'wah Tani-Nelayan bagaikan membuka ladang di rimba belantara, memerlukan tekat yang kuat, pantang menyerah, dan nafas yang panjang.
Ketika seseorang membuka ladang di rimba belantara, ia harus menebas semak belukar yang tebal dan berduri, tebasan itu haruslah dilakukan terus menerus pada setiap belukar dan aral melintang yang menghalanginya. Kadang tidak diketahui sampai kapan tebasan demi tebasan dan langkah demi langkah akan diayunkan. Sesekali menemukan pepohonan dengan buahnya yang ranum atau binatang buruan, ada kalanya juga tak menemukan apa-apa, sehingga perut perlulah siap makan kenyang atau menahan perut yang lapar, semuanya menjadikannya bekal dan tantangan dalam perjalanan.
Setelah beberapa waktu apabila jalan setapak yang dibuka mungkin ada yang melewatinya, tentulah apabila jalan setapak itu benar arahnya dan membawa manfaat serta diperlukan oleh orang yang akan melaluinya. Namun yakinlah apabila sudah seapik mungkin dan secermat mungkin jalan itu dibuat pastilah ada orang yang akan melintasinya dari waktu ke waktu. Bahkan di masa yang akan mendatang jalan setapak itu dibangun dan dikembangkan sehingga muat dilalui kendaraan dan diaspal atau dibeton. Jalan itu pun adalakanya dinamai dengan nama yang indah meskipun nama pembuka jalan pertamanya.
Demikianlah perumpamaan da'wah tani nelayan ini diusung, kita mungkin hanyalah bagian dari penerus atau pemakmur da'wah itu yang akan diikuti dan dinikmati oleh pewaris masa berikutnya. Keikhlasan dan keteguhan kunci sukses pengusung da'wah ini, hak kita yang pasti nanti, nanti di akhirat di sana.
Langganan:
Postingan (Atom)